TUGAS GEOGRAFI
MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
D
I
S
U
S
U
N
OLEH : KELOMPOK 1
NUR’AINI
JEFRI ABDULLAH
M.SAFDANI
ZULFANI.R
RIO FANDI
TANTRI WILDA SARI
ERNI YANTI
A. Masalah – Masalah Kependudukan
Beberapa
permasalahan kependudukan, khususnya di Indonesia:
a.
Masalah akibat angka kelahiran
Jika fertilitas
semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek
fisik misalnya fasilitas kesehatan. Selain itu pertumbuhan penduduk akan
semakin meningkat tinggi akibatnya bagi suatu negara berkembang akan
menunjukkan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya.
b.
Masalah akibat
angka kematian
Semakin
bertambah angka harapan hidup berarti perlu adanya peran pemerintah dalam menyediakan
fasilitas penampungan dan penyediaan gizi yang memadai bagi anak balita.
Sebaliknya apabila tingkat mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi
indonesia di mata dunia.
c.
Masalah Jumlah
Penduduk
Masalah yang
timbul akibat jumlah penduduk adalah aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan
hidup keluarga karena banyaknya beban tanggungan sehingga sulit untuk memenuhi
gizi yang dibutuhkan.
d. Masalah
mobilitas Penduduk
Pertumbuhan
penduduk perkotaan selalu menunjukkan peningkatan yang terus menerus hal ini
disebabkan pesatnya perkembangan ekonomi dengan perkembangan industri
pertumbuhan sarana dan prasarana jalan perkotaan. Selain itu, semakin banyak
terjadi urbanisasi karena orang-orang desa yang dulunya kecukupan pangan namun
tidak menikmati pembangunan mulai berbondong-bondong pindah ke kota. Generasi
muda tidak ada yang mau menjadi petani.
e.
Masalah
Kepadatan Penduduk
Ketidakseimbangan
kepadatan penduduk ini mengakibatkan ketidakmerataan pembangunan baik fisik
maupun nonfisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan pindah semakin tinggi.
B. Keterkaitan
Antara Masalah-Masalah Kepadatan Penduduk Dengan Lingkungan Hidup
Pengertian
lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar
manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks
serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya.
Pada
suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga
menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik.
Komponen biotik pada lingkungan hidup mencakup seluruh makluk hidup di
dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan benda hidup lainnya.
Sedangkan, komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi
kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yaitu mencakup tanah,
air, api, batu, udara, dan lain sebagainya.
Kerusakan
pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor, baik faktor alami dari
lingkungan itu sendiri ataupun akibat dari tingkah laku manusia. Pentingnya
lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini
bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan
tersebut.
Masalah
kependudukan yang sangat mempengaruhi lingkungan adalah kepadatan penduduk.
Kepadatan penduduk dapat mempengaruhi kualitas penduduknya. Pada daerah yang
kepadatannya tinggi, usaha peningkatan kuallitas penduduk lebih sulit
dilaksanakan. Hal ini menimbulkan permasalahan sosial ekonomi, keamanan,
kesejahteraan, ketersediaan lahan dan air bersih, kebutuhan pangan, dan dapat
berdampak pada kerusakan lingkungan.
Tumbuhnya
kawasan industri dan semakin padatnya pemukiman penduduk didaerah perkotaan
menyebabkan timbulnya berbagai masalah yang nyata. Kepadatan penduduk mempengaruhi
beberapa aspek yang berkaitan dengan kehidupan-kehidupan penduduk berikut ini:
a.Ketersediaan Udara Bersih
Udara
bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih
banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin
banyak oksigen diperlukan. Namun kebersihan udara tidak semata-mata ditentukan
oleh kadar oksigen saja. Gas-gas lain yang ada di udara seperti karbon
dioksida, oksigen nitrogen dan oksigen belerang juga mempengaruhi kualitas udara.
Apabila kandungan gas-gas ini meningkat, maka dapat dikatakan bahwa udara telah
tercemar.
Bertambahnya
pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industry yang menggunakan bahan bakar
fosil (minyak bumi, bensin, solar dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2
dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industry juga menghasilkan
gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang
(SOx) di udara. Tak heran jika udara pada lingkungan tersebut pasti
tercemar.
Oleh
karena itu, marilah menanam pohon sebanyak-banyaknya. Selain sebagai penyejuk
dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat
pencemaran udara.
b. Ketersediaan
Pangan
Untuk bertahan
hidup, manusia membutuhkan makanan. Dengan bertambahnya jumlah populasi
penduduk, maka jumlah makanan yang diperlukan juga semakin banyak.
Ketidakseimbangan antara bertambahnya jumlah penduduk dengan bertambahnya
produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya penduduk
dapat kekurangan gizi atau bahkan kekurangan pangan.
Di
kota-kota besar, lahan pertanian boleh dikatakan hampir tidak ada lagi.
Sebagian besar lahan pertanian di kota digunakan untuk lahan pembangunan
pabrik, perumahan, kantor dan pusat perbelanjaan. Untuk memenuhi kebutuhan
pangan masyarakat kota sangat tergantung dengan tersedianya pangan dari desa.
Jadi semakin meningkat pertumbuhan penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan
pangan dan lahan. Padahal pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada pertumbuhan
produksi pangan.
c. Ketersediaan
Lahan
Kepadatan
penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat
tinggal, sarana penunjang kehidupan, industry, tempat pertanian, dsb. Untuk
mengatasi kekurangan lahan, sering kali dilakukan pembukaan hutan. Meskipun hal
ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan
hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi, peluang terjadinya
kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.
d.
Ketersediaan
Air Bersih
Air bersih yang
digunakan sehari-hari sebagian besar berasal dari air tanah, air permukaan, dan
air atmosfer. Jumlah air di bumi ini tetap, sedangkan jumlah penduduk makin
bertambah dari tahun ke tahun. Meskipun 2/3 dari luas bumi berupa air, namun
tidak semua jenis air dapat digunakan secara langsung. Oleh karena itu,
persediaan air bersih yang terbatas dapat menimbulkan masalah yang cukup
serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai macam industry, untuk memenuhi
kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dan sebagainya. Jumlah penduduk yang
meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang dihasilkan
e.
Pencemaran
Lingkungan
Pencemaran lingkungan dibedakan menjadi:
· Pencemaran tanah
Pencemaran
tanah disebabkan berbagai hal, seperti sampah-sampah plastik, kaleng-kaleng,
rongsokan kendaraan yang sudah tua. Plastik tidak dapat hancur oleh proses
pelapukan dan besi-besi tua menimbulkan karat, sehingga tanah tidak bisa
ditumbuhi tumbuh-tumbuhan.
Pemakaian
pupuk yang terlalu banyak, tidak menurut aturan yang telah ditentukan,
menyebabkan pula polusi tanah. Tanah pertanian menjadi kering dan keras, karena
jumlah garam yang sangat besar akan menyerap air tanah.
Guna
mencegah atau mengurangi polusi tanah, maka pemakaian pupuk di daerah pertanian
hendaklah menurut aturan yang sudah ditentukan. Sampah-sampah harus dibuang di
tempat sampah atau dibuang di tempat pembuangan, tempat sampah perlu diatur dan
disediakan secukupnya.
· Pencemaran
udara
Pencemaran
udara disebabkan oleh asap yang keluar dari pabrik-pabrik dan kendaraan
bermotor.
Makin besar jumlah penduduk, makin
berkembanglah ilmu pengetahuan, sehingga banyak didirikan pabrik-pabrik dan
diproduksi mesin-mesin serta kendaraan bermotor untuk mencukupi kebutuhan hidup
penduduk.
Polusi
udara mengganggu pernafasan dan dapat menimbulkan penyakit pada alat-alat
pernafasan, asma, bronchitis, dan sebagainya.
Hal
itu disebabkan banyak gas-gas yang membahayakan kesehatan seperti gas karbin
monoksida dan partikel-partikel halus dan timah hitam.
Polusi
udara juga sangat membahayakan lalu lintas baik di darat, laut maupun udara.
Untuk menjaga terjadinya polusi udara, alangkah baiknya jika dapat diusahakan
alat-alat untuk mencegah atau mengurangi keluarnya asap-asap dari pabrik atau
kendaraan bermotor.
· Pencemaran air
Sebagaimana
telah diuraikan di atas bahwa manusia amat membutuhkan air, meskipun permukaan
bumi ini penuh dengan air, namun sering menjadi masalah dalam memperoleh air
bersih. Hal ini telah dirasakan setelah meledaknya jumlah penduduk yang
mendiami bumi.
Air
bukan saja dibutuhkan oleh manusia, melainkan juga oleh semua makhluk hidup.
Karena itu perlu kesadaran manusia untuk memelihara air jangan sampai kotor,
lebih-lebih jika dapat mengganggu kesehatan.
Polusi
air dapat terjadi karena penggunaan zat-zat kimia yang berlebih-lebihan,
seperti penggunaan DDT, endrin yang melebihi dosis yang telah ditentukan.
Pencemaran
air dapat juga disebabkan oleh air yang mengandung sampai kimia dari
pabrik-pabrik, sebagai bahan pencuci yang dibuang ke sungai-sungai.
Untuk
mencegah polusi air, maka penggunaan obat-obatan dan bahan kimia hendaklah
menurut aturan atau petunjuk-petunjuk yang telah ditentukan. Juga pembuangan
sampah dari pabrik-pabrik, kendaraan bermotor, kapal terbang dan sebagainya.
Suara
yang terlalu bising mengganggu ketenangan, dapat menimbulkan gangguan jasmaniah
dan rohaniah, misalnya gangguan jantung, kelenjar-kelenjar pernapasan, gangguan
syaraf, perasaan gelisah dan sebagainya.
Untuk
mencegah polusi suara, hendaknya kita menyadari bersama, agar dalam memakai
kendaraan mengurangi suaranya. Dalam hal ini juga Pemerintah telah mengatur
bagi orang yang mendirikan industri agar meminta izin. Ini dimaksudkan supaya
penetapan industri itu dapat diatur begitu rupa, sehingga tidak menimbulkan
polusi suara pada penduduk sekitarnya.
C.
Penanggulangan Masalah-Masalah Kependudukan Yang Berkaitan
Dengan Lingkungan Hidup
Lingkungan
berarti keadaan atau kondisi yang mengelilingi kita. Bumi, rumah kita,
memberikan semua hal penting yang dibutuhkan untuk hidup kita. Untuk
kelangsungan hidup kita di lingkungan, kita harus melestarikan biosfer yang
sehat dengan semua sistem ekologi, semua tumbuhan dan hewan, tanah yang subur,
air murni, dan udara bersih.
Sekarang,
keindahan alam bumi ini menghilang, sebagian orang di seluruh dunia
menghancurkan keindahan oleh eksploitasi sumber daya alam secara
maksimum/berlebihan. Tingkat kerusakan lingkungan hidup saat ini sudah sangat
tinggi sehingga perlu adanya solusi dari masalah lingkungan ini.
Berbagai
masalah lingkungan sekarang mempengaruhi bumi kita. Sebagai akibat dari era
globalisasi yang terus-menerus mengeksploitasi proses alami dari bumi mengubah
masalah lokal menjadi isu-isu global, beberapa masalah yang sekarang
mempengaruhi dunia adalah hujan asam, polusi udara, pemanasan global, limbah
berbahaya, penipisan ozon, asap, polusi air, dan lain sebagainya serta
overpopulasi Smog dan racun mengapung di udara, yang disebabkan oleh pemborosan
asap kotor dari perusahaan industri dan juga dari pembakaran bahan bakar yang
dikeluarkan oleh kendaraan.
Penyalahgunaan
sumber daya energi akibat masalah kependudukan ini sebagai salah satu masalah
lingkungan yang terjadi dari banyaknya masalah yang lain. Dalam hal ini akan
berdampak menjadi masalah serius jika orang-orang pada jaman sekarang tidak
bisa menyadari akan pentingnya daur ulang energi dan konservasi lingkungan.
Untuk pertama
yang mungkin dapat dilakukan adalah mendaur ulang produk-produk yang sudah
tidak terpakai, baik organik maupun non-organik sehingga ketegangan lingkungan
sebagai akibat dari kerusakan lingkungan dapat kita kurangi dengan hal ini.
Contohnya seperti menggunakan barang-barang yang tidak terpakai lalu didaur ulang
menjadi kompos limbah tanaman sehingga dapat meminimalkan limbah yang terbuang
di lingkungan. Dari limbah tersebut kita juga dapat menciptakan pupuk organik
yang sehat.
Deforestasi
atau penggundulan hutan untuk kehidupan manusia akan dapat berkurang dengan
kita memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk mendaur ulang bahan yang
digunakan, sehingga tak hanya dampak pencemaran lingkungan saja yang akan
berkurang namun pohon juga dapat kita selamatkan.
Dalam memenuhi
kebutuhan saat ini, kita tidak harus berlebihan dalam penggunaan sumber daya
alam yang ada, karena dengan begitu generasi manusia yang akan datang tidak
harus mengorbankan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan mereka merupakan
keberlanjutan pelestarian lingkungan yang harus diwujudkan.
Bukan berarti
pengelolaan dominasi dan eksploitasi atau dalam menggunakan sumber daya alam
harus selalu berlebihan dan tanpa memperhatikan kapasitas bumi dalam
memproduksi dan merehabilitasinya dari kekuasaan kita atas alam dan makhluk
hidup lainnya sehingga dapat menghindarkan kita dari masalah-masalah
kependudukan yang terus-menerus meningkat.
Oleh karena
itu, kita harus menjaga kepadatan penduduk untuk mengurangi masalah
kependudukan dan memfasilitasi sumber daya terbarukan agar dapat lebih
diperbaharui sebagai efek kelestarian lingkungan yang dapat menjaga daya dukung
lingkungan.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan
tersebut ialah:
1. Masalah
kependudukan khususnya yang berada di Indonesia ialah Masalah akibat angka
kelahiran, Masalah akibat angka kematian, Masalah Jumlah Penduduk, Masalah
mobilitas Penduduk, Masalah Kepadatan Penduduk.
2. Masalah
kependudukan yang berkibat buruk untuk lingkungan ialah kepadatan penduduk.
3. Kepadatan
penduduk mengakibatkan polusi lingkungan, kurangnya penyediaan air bersih,
kurangnya lahan, dan kurangnya kesediaan pangan.
4. Cara
menanggulanginya adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, dan
peningkatan program pemerintah.